Sebuah Penjara Bernama Ingatan
Lepaskan aku
Ahh...
(Menangis)
Lepas!
Tubuhku perempuan
Mati menggigil sepi
Dadaku telah menjadi saksi
Purnama mati setengah
Merah bersimbah di bibir
Dilumat dengan kebohongan
Matahari terbit dan tenggelam
Sepotong peluru menembus kulit
Bernyawa dalam gelap
Aku pikul sesal
Melewati pintu demi pintu musim
Berkaca pada air mata yang semakin keruh
Ah...
Cinta
Sayu angin
Gugur kelopak yang mekar
Duri merayap di dada
Berapa rupiah membayar waktu yang menghakim?
Berapa tumbal menebus ingatan?
Selesai
Mungkin kita akan selesai
Terlepas serupa tunas dari tanah
Jatuh daun dari tangkai yang merawatnya
Kering, patah, lapuk, dan habis
Setelah hari itu
Apakah cinta masih jadi tanah?
Menumbuh dan menerima kepulangan dengan lapang.
Virgilio
Aku menulis puisi ini sebagai pelacurmu
Ah, tidak; aku pacarmu
Yang selalu bertanya
Di manakah surga dan neraka?
Mungkinkah di lidahmu
Sementara jalan ke sana terhimpit buah dadaku.
Virgilio, di mana dosa disembunyikan?
Apakah dalam celana dalamku
Atau dalam kepalamu?
Sarjana
Ina'...
Loyo bura birang wau
Uya turu teme lei
Mader heker
Laka manga
Kelen mo tehe tada
Di pusar dapur
Rindumu membilur
Keringat dibakar
Berharap anak matang bersama gelar
Amo...
Panang toye' namo peda peri bote
Laman manga-manga
Sampe tun ula ana
Di atas tandus tanah
Hanya beralas doa
Ia titip sepatu dan haken
Ia jahit keriput wajah
Menjadi baju dan celana
Ana...
Bitan mara Ata Dien
*catatan
Ina'...: Ibu ...
Loyo pa birang wau: matahari membakar merobek kening
Uya turu teme lei: hujan turun merendam kaki
Mader heker: berdiri tegar
Laka manga: berlangkah tabah
Kelen mo tehe tada: ingat pesan petuahmu
Amo...: Ayah
Panang toye' namo peda peri bote: titipkan petuah serupa parang memotong bukit
Laman manga-manga: sarungkan baik-baik
Sampe tun ula ana: hingga genaplah tahun dan bulan
Ana...: Anak
Bitan mara Ata Dien: hiduplah menjadi manusia
Kupang, 21 November 2021
Ati D., perempuan yang mencintaimu dalam puisi paling sakit sekalipun.
2 Komentar
Kayaknya perlu dipentaskan
BalasHapusYa, kadang memang harus begitu, sabda harus menjadi daging😍semoga Amen.
Hapus