Mengenal
Vokoid Bahasa Kedang
Vokoid dalah
bunyi ujaran yang dihasilkan oleh getaran pita suara. Bunyi itu dikeluarkan
melalui rongga mulut dengan tidak mendapat halangan. Namun oleh mekanisme alat
ucap, terutama bentuk bibir dan posisi lidah terjadilah perbedaan antara satu
bunyi vokoid dengan bunyi vokoid yang lain. Berdasarkan penelitian yang
dilakukan oleh Nico Hayon, dkk. (1989) Terdapat lima belas vokoid dalam bahasa
Kedang.
[a] [:a] [a’]
[i] [:i] [i’]
[u] [:u] [u’]
[e] [:e] [e’]
[o] [:o] [o’]
Keterangan:
- [ ]: vokoid sempurna
- [: ]: vokoid tidak sempurna karena mendapat
bunyi tambahan awal. Vokoid ini merupakan variasi vokoid yang mengalami
pelemahan bunyi pada awalnya.
- [ ‘ ]: vokid tidak sempurnah
karena mendapat bunyi hamzah dibelakang vokoid sempurna
Bentuk-bentuk di atas secara jelas dapat
dilihat penyebaranya dalam tabel berikut.
|
Vokoid |
Posisi dalam Kata |
||
|
Awal Kata |
Tengah Kata |
Akhir Kata |
|
|
[a] [:a] [a’] |
[a.u’] ‘tanah’ [:a.:u]
‘anjing’ [a’.e]
‘kakak’ |
[la.la] ‘jalan’ - [ba’.e]
‘bagi’ |
[la.la’] ‘nasi’ - [pa’] ‘bakar’ |
|
[i] [:i] [i’] |
[i.ngin]
‘basih’ [:i.a]
‘ikan’ [i’.er]
‘beli’ |
[til]
’telinga’ - [di’.en]
‘baik’ |
[ti.:u]
‘tikus’ [a.i:]
‘kayu’ [i.wi’] ‘malu’ |
|
[u]
[:u] [u’] |
[u.:e] ‘memakai’ [:u.:e]
‘pinang’ [u’.ur]
‘sungut’ |
[Pu.he.]
‘pusat’ - [mu’u]
‘pisang’ |
[pitu]
‘tujuh’ [i.:u]
‘masak’ [mu’] ‘hangat’ |
|
[e] [:e] [e’] |
[e.wang] ‘binatang’ [:e.deng
‘] - |
[Be.le]
‘lepas’ [b:e.:i]
‘tuang’ [be’.ne]
‘di sini’ |
[bo.te]
‘gendong’ - [ku.e’]
‘menangis’ |
|
[o] [:o] [o’] |
[o.do] ‘pantat’ [:o.da] ‘ goyang’ - |
[bo.te’]
‘gunung’ - [Ko’.o]
‘milik saya’ |
[mu.ho.]
‘hamil - [pi.lo’]
‘intip’ |
“Bahasa
Kedang Tulis Lain Baca Lain, Artinya Lebih Lain Lagi”
Tidak jarang
ungkapan seperti di atas terdengar dalam masyarakat,baik yang keluar dari para
pengguna bahasa Kedang maupun yang sedang sungguh-sunguh mempelajari bahasa
Kedang, sekilas atau mau tahu saja tentang
bahasa Kedang. Jika dilihat pada tabel
penyebaran di atas maka secara jelas kita dapat menemukan persoalan yang
menghadirkan ungkapan ini. Sebut saja contoh di bawah ini.
[:a.:u]
‘anjing’ [la.la] ‘jalan’ [u.:e]
‘pakai’
[a.u’]
‘tanah’ [la.la’] ‘nasi’ [:u.:e] ‘pinang
Jika
dilihat maka bahasa Kedang memiliki peluang besar untuk mendapat variasi, di
mana variasi ini dapat menimbulkan perubahan makna.
Selanjutnya, apakah bahasa Kedang sering
kali diakhiri dengan fonem “q”?
Dari
penyebaran di atas seperti bahasa Indonesia, Bahasa Kedang juga memiliki lima
Vonem Vokal. Kelima vonem ini sering
kali didahului oleh bunyi lemah dan diakhiri oleh bunyi glotal. Bunyi lemah dan
bunyi glotal ini sering menyertai fonem vokal dan menghasilkan arti berbeda,
sehingga seakan-akan dalam bahasa Kedang terdapat vokal lemah dan vokal glotal
(Nico Hayon, dkk., 1989: 23).
Daftar
Pustaka
Hayon, Nico,dkk.
1989. Fonologi, Morfologi, dan Sintaksis
Bahasa Kedang. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

0 Komentar