I
Sayang, peluh menghujamkan panah
Hujan menjelma jarum sepanjang musim
Sabana dada terbakar angkuh
Hari-hari lalu lalang dengan wajah lebam
Orang-orang berpacu mengejar jarum jam
Dan angka-angka dalam kalender
Namamu samar, melebur, membaur
Dalam wajah-wajah muram
Berita hilir mudik di televisi
Keadilan yang diperkosa dan hak yang dimutilasi
Pisau kapital pada iklan-iklan ditikam kepada kami
Pelan memutus nafas nadi
Wajah-wajah di baliho terus berganti
Senyum manis membius janji
Selimuti negeri yang tertatih dalam elegi
Di balik gaya hedon tuan berdasi
Sayang, hutan-hutan dan nafas gundul
Tanah telah menjelma darah
Mata air dan air mata pun keruh
Tinggal tubuh sunyi berharap Dikau rangkul
II
Larut aku dalam dekap malam
Lirih perih berbisik khusyuk
Di hadapan Tubuh Mu kuserahkan Tubuhku
Daging yang lemah dan bernanah
Kasihku, ingatkah Engkau padaku?
Engkau pasti kenal betul siapa aku
Lihat tanda yang merajam tubuh ini
Luka di bibirku
Di bela dadaku
Di selangkanganku
Di jari-jariku
Di setiap inci tubuhku
Engkau tidak mungkin salah mengenaliku
Garis hitam di mataku yang melebar
Memahat duka yang bertaut
Kecewa yang menjelma dendam
Merendam aku dalam kelam
Keangkuhan yang merona merah
Mematahkan kedamaianku
Kini aku sudah telanjang, Sayang
Tanpa terusan mahal
Juga baju baru yang aku siapkan khusus
Hanya untuk terlihat menawan
di antara bangku-bangku gereja
yang lebih mirip kuburan tua
Oh, saya sungguh berdosa.
III
Satu jam meminjam sunyi lambung Mu
Darah Mu menjelma anggur
Gugur mengguyur ujung bibir
Menjalar getar dalam jantung
Engkau membelai aku manja
Ujung jarimu meneteskan embun
Merembes masuk menyentuh bekas-bekas luka tubuhku
Kesejukan mengalir di sana
Tubuhku terisi penuh
Sesuatu yang tidak pernah kunikmati
dari tangan lelaki manapun
Aroma lilin dan kenikmatan membakar nafasku
Dalam nama cinta dan luka dan roh peneduh jiwa
Kita mencapai klimaks
dan aku tidak ingin apa-apa lagi sekarang
Selain memeluk Engkau lebih erat
Penfui, 06 April 2023
Ati D., Perempuan yang mencintaimu dalam puisi paling sakit sekalipun.

0 Komentar