Header Ads Widget

Perempuan-Perempuan di Jalan Salib

Foto: Dok. Jalan Salib stasi St. Yusuf Leudawan 

Perempuan-Perempuan di Jalan Salib

ooo...
aaa...

Seorang perempuan gemetaran di ranjang tidurnya
Peluh keringat membasah surat
Ketakutan jatuh sebagai kata
Tumbuh sebagai peringatan
Kepada suaminya ia kirimkan angin dan segala badai dalam mimpinya
Dari dia yang tanpa nama dalam kitab
Seorang Pilatus mencuci tangannya 

Ibu...
Mata tabah Maria
Saksi dari permulaan dan akhir
Rahimnya sunyi 
Bayi-bayi manusia dilenyapkan satu-satu di bola matanya
Darah mereka mengalir dari tubuh putranya
Tangan-tangan yang mencakar perempuan-perempuan di ruang-ruang kelam 
Menjatuhkan cambuk atas putranya
Ibu mana yang tegah?
Hingga teriakan terakhir 
Ia telah menjadi ibu segala ibu

Veronika
Adakah keberanian jatuh menyelubung hati
Maju dengan rendah hati mengulur kasih
Mengusap peluh dari jiwa yang menggugur sakit
Oh, Tangan kami dililit dendam

Golgota, nyaring dari bibir perempuan Yerusalem
Ratap penghantar di altar korban
Jatuh menghujan
Menikam jejak berdarah
Lelaki malang yang menantang maut
Mengelus halus rambut yang gugur sepanjag jalan salib
Bibir terbatah memeluk pesan
Ratapi dirimu dan anak-anakmu

Golgota.
Akankah ini jadi ratapan sepanjang musim 
Anak-anak kami tak ada lagi di sini
Jiwa-jiwa kami lenyap
Kami tak tahu kekasih mana yang berpaling pada kami di malam
Dan menghidangkan Firdaus di setiap pagi

Jiwa kami telah wafat 
Wahai lelaki malang berpalang salib
Nama-nama kami tak ada
Kalau pun ada hanyalah pelacur-pelacur 

Oh, Bapa
Sudah selesai
Bait dada kami terbelah
Ketika tombak menikam lambung
Ke dalam tanganmu kami serahkan
Jantung dan doa-doa yang menggantung di relung kabung


Di Kaki-Mu 

Cinta yang berduri
Telah berdarah 
Dari Getzemani hingga kalvari

Kekasih, 
Aku hanya satu dari penjahat
Yang berharap Engkau ingat
Ketika berada di Firdaus

Selesai

Dan semua akan selesai
Air mata dan tawa

Semua memang menemui selesai
Usia juga kita

Dan sampai pada selesai
Cinta menjelma puisi abadi


Kupang, 02 April 2021

Posting Komentar

3 Komentar