Header Ads Widget

Tugas Kuliah

Nama                  : Sesilia Serly Benu
NIM                     :8620620200183
Kelas/semester : A/3
PRODI                 : PGSD
Universitas         : STKIP SOE

#Cerpen

Keberhasilan Berada di Tangan Kita Sendiri
Di sebuah desa terpencil, tinggallah seorang pemuda tampan dan bijaksana, sehingga dicintai oleh masyarkat sekitar.
Setiap kali ada persoalan yang dialami oleh masyarkat, pasti mereka meminta solusi dari pemuda tersebut, sebab mereka menganggap bahwa dia adalah orang yang paling bijak di kampung. Namun sang pemuda selalu merasa bahwa dirinya memiliki banyak kekurangan, sehingga ia harus mencari guru untuk menambah wawasan. Pikiran itu terus berkecambuk di dalam hatinya, hingga suatu hari sang pemuda mengambil keputusan untuk bertapa di hutan untuk menambah wawasan.

Perjalanan yang ia tempuh berlangsung selama tiga hari tiga malam, sampai ketika dari kejauhan sang pemuda melihat seorang kakek tua sedang sibuk mengumpulkan kayu bakar. Timbullah hasratnya untuk menguji pengetahuan dari sang kakek. Dengan cepat sang pemuda menangkap seekor kupu-kupu dan menggengamnya, kemudian ia mendekati sang kakek dan melemparkan pertanyaan, "hai, kakek tua.  Coba engkau tebak, apakah kupu-kupu yang berada di genggamanku ini masih hidup atau sudah mati?" kata sang pemuda.

Itu adalah sebuah pertanyaan jebakan dari sang pemuda untuk kakek tua tersebut. Agar ketika ia menjawab kupu-kupu itu masih hidup, maka ia mencengkramnya hingga mati, tatapi sebaliknya jika sang kakek menjawab sudah mati, maka ia membiarkanya hidup dan menujukkan pada sang kakek, sehingga dia adalah pemenangnya. Namun dugaanya salah, Sang kakek sudah terlebih dahulu mengetahui jebakanya, sehigga dengan senyum sang kakek menjawab, "hai, pemdua tampan. Ketahuilah engkau bahwa mati atau hidupnya kupu-kupu itu tergantung dari genggaman tanganmu sendiri. Kemudian pintar atau bodoh, sukses atau tidak sukses, bijak atau tidak bijak, baik atau buruknya dirimu di mata semua orang, semuanya tergantung dari pikiranmu sendiri." Seketika itu juga sang pemuda merasa puas dengan jawaban sang kakek. Ia mengungkapkan terima kasih, lalu pulang kerumah. 

Pertanyaan itu telah membuka kesadarannya bahwa, segala sesuatu biasa terlihat baik di mata semua orang tergantung dari diri kita sendiri, bukan dari orang lain.

Dari kisah ini kita telah mengetahui bahwa saat ini kita dihadapkan dengan virus covid 19 sehingga pemerintah selalu berupaya dengan berbagai hal untuk memenuhi tujuan pendidikan. Namun apapun usaha tersebut, jika kita tidak memiliki kesadaran untuk merubah nasib anak-anak kita, serta tidak memotivasi mereka untuk menentukan nasibnya sendiri, maka tetap saja tujuan pendidikan itu tidak akan bisa tercapai. Memang benar bahwa tugas seorang guru adalah memanusiakan manusia, tetapi semuanya tergantung dari semua pribadi manusia itu sendiri. Kami hanya seibarat penunjuk jalan bagi mereka secara online saat ini dan terlalu sulit untuk mengenggam tangan mereka untuk menariknya berjalan, sebab covid19 telah membatasi diri kami. Sehingga kami mohon kepada bapak ibu orang tua untuk selalu memotivasi mereka agar berjalan mengikuti jalan yang sudah kami berikan bagi mereka, agar kedepan mereka bisa meraih apa yang dicita-citakan.

Posting Komentar

0 Komentar