Header Ads Widget

Meminjam Doa Natal



Bahkan seekor anjing pun berhak untuk hidup


Maria dari Timur

Pada hari menjelang kelahiran putranya 
Ia berjalan dari satu rumah ke rumah yang lain
Tidak ada Yusuf di sampingnya
Sebab la menolak telah menghamili perempuan itu.
Di rumah terakhir 
Ia menyerahkan diri kepada Herodes

"Bunuh saja, ia mungkin sang Raja Semesta Alam itu."

Kandang

Di kandang itu
 Ia diam-diam menjahit lampin untuk bayinya 
dari sisa-sisa makanan ternak dan harapan
Jangan-jangan tiga raja akan datang melakukan serangan fajar


Yusuf

Ke mana abad menguburnya
Telah kucari lelaki itu ke segala penjuru
Yang mencintaiku tanpa menodaiku


Yesus

Pergilah dan saksikan
Bayi itu telah lahir dalam diri perempuan
Ia dibalut segala kemelut
Lalu dibaringkan di atas palung penghinaan

Pergilah di sana di rumah-rumah pelacuran dan pintu-pintu kehancuran
Di rumah-rumah tangga dan anak tangga yang terjal
Kalau tidak kau jumpai
Mungkin ia telah dijual


Gembala

Dengan suka cita 
Mereka berlari
Sampailah mereka di depan kandang itu
Lalu berfoto selfie
Mereka pulang dan mewartakan kabar suka cita itu di beranda-beranda maya


Meminjam Doa Natalmu

Izinkan aku meminjam doa dari bibirmu
Membacakannya seperti ketabahanmu
Menyimpan perkara itu diam-diam
Sebab engkau tahu
"Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu"

Izinkan aku meminjam doa itu
Sebab sudah lupa pula aku bagaimana menulisnya dengan rendah hati
Hingga melonjaklah segala bayi yang dikandung peradaban

Pinjamkan aku doa dari dadamu 
Agar puisiku menjadi baru


Kupang, 24 Desember 2020











Posting Komentar

0 Komentar