Kupang, kupanggil sunyi yang menggigil
Menengadah pada bulan merah padam
Tak ada lagi kasih serupa ASI
Menetes dari bibir-bibir bugil
Beta lupa cerita purnama
Yang mama tenun dengan tekun di bawah gaharu
Beta lupa mantra lontar
Yang mama anyam dengan senyum
Nona.
Bulan Bersetubuh di atas ubun-ubun
Tengadah pada dada
Jiwa lebam dimutilasi zaman
Kupang, kupanggil kau sekali lagi
Dalam jerit seorang jalang
Yang berjalan setengah telanjang
Di bawah cahaya rembulan
Nyong.
Bulan bersetubuh di atas ubun-ubun
Tengada pada dada
Jiwa lebam dimutilasi zaman
Kupang, kupanggil kau lebih keras
Dengan tombak dan panah
Menari telanjang
Menerjang belukar tanah yang kian asing
Ibu.
Mati aku dikepung bisu
Di bawah bayang bulan
Yang asyik bersetubuh
Kupang, 01 Oktober 2019

0 Komentar