Header Ads Widget

Ba Omong Hati do

Sebuah Usaha Melupakan

      Foto:doc. Pribadi

Saya awali tulisan ini dengan pertanyaan, 

"lu masih sayang dia?"

Sebelum merenungi pertanyaan ini saya beritahu kalian semua bahwa di sini anda tidak sedang membaca tulisan seorang dokter cinta atau pakar asmara, jadi kalau berharap menemukan sebuah jawaban pasti atas usaha melupakan yang sedang anda jalani atau dalam rencana menjalaninya, saya sarankan sebaiknya anda berhenti membaca tulisan ini. Sekali lagi ini bukan langkah-langkah atau jurus-jurus melupakan.

Oke, sobat.kembali ke pertanyaan dalam bahasa melayu Kupang yang jika diterjemahkan menjadi "apakah kamu masih menyayanginya?" Wah, terdengar komplit dan membosankan. Poin pertama, pertanyaan ini tentunya bisa dilontarkan siapa saja termasuk diri sendiri. Berikutnya bahwa pertanyaan ini akan sangat mengganggu jika jawabannya "ya". Terlepas dari kedua masalah tersebut tidak dapat dipungdipungkiri bahwa teman-teman perempuan saya kadang begitu terjerat dalam masalah ini. Oke, tetapi sebelumnya ini bukan hanya untuk perempuan sebab beberapa pengalaman saya mencatat sobat laki-laki juga demikian hanya saja mereka tidak mengakui. Ini bukan penuduhan. Mengapa saya hanya menyebut perempuan di sini? Ya, saya takut anda mengatakan saya terlalu sok tahu dan alangkah lebih baiknya agar tidak membias.

Sekali lagi saya bukan pakar asmara, jadi silakan berhenti membaca jika anda ingin menemukan jawaban yang pasti dalam usaha melupakan.

Melupakan seorang yang begitu berpengaruh terhadap persoalan hati, tentunya gampang di lidah susah di tindakan. Tapi sebenarnya apa yang menjadikannya susah? Ya, anda sendiri. Oke, anda pasti bilang "mengapa harus diri sendiri?" Jadi begini saya mengatakan anda "kurang sadar diri" terdengar kasar tapi memang kenyataannya demikian, atau anda mengatakan "saya sadar, saya juga tahu diri" tapi kenyataannya anda masih senang KEPO statusnya atau segala sesuatu yang berhubungan dengannya. Sampai di sini saya ingin bilang berhentilah mengerjakan sesuatu yang membawa dirimu lebih dalam lagi berandai-andai dan berharap-harap. Cobalah waktumu itu dialihkan kepada hal yang lebih positif jika berpikir bahwa dia bukan jodohmu akan sangat menyakiti. Lalu anda bisa apa? Sudah segala sesuatu yang dipaksakan akan sangat fatal jadinya. 

Tetapi diluar dari semua itu cara melupakan adalah dengan tidak mencoba melupakan sebab semakin memaksa diri melupakan anda hanya akan dipaksa masuk pada ruang yang memenjarakan rasa rindu untuk kembali dan  seterusnya selamat anda masuk jeruji hitam dilema.

Berhentilah mendengarkan lagu-lagu galau saat sedang galau seperti itu, itu hanya menambah beban anda menjadi dua kali lipat. Mengapa ? Karena segala sesuatu yang didengar dan dilihat akan berpengaruh terhadap pikiran anda. Jadi itu lagu yang "aku tanpamu butiran debu" sebaiknya jangan didengar, bukan tidak boleh tapi dengarnya kapan-kapan saja. anda berhak bahagia, kebahagiaan anda itu bukan milik siapa-siapa jadi dia pergi juga anda masih berhak bahagia. Saya mau menyebutnya dalam bahasa melayu Kupang "ko dia talu apa ju?"

Apalagi dia tinggalkan kamu itu karena selingkuh atau kenyataannya kamu yang selingkuhannya, saya harap sampah seperti ini tidak pantas anda bawah masuk ke dalam hati untuk jadi sarang nyamuk.

Jadi kalau mencintai hatinya jangan dikasih sepenuh hati. Sepenuh hati hanya untuk Tuhan saja.

Selamat melupakan, jangan percaya saya. 



Posting Komentar

6 Komentar

  1. Jangan percaya saya bisa dilihat dari sudut yg lain dan dibalik menjadi :percaya saya! Namun benar juga jangan percaya saya ! Selagi Tuhanmu masih bisa dijangkau dari kamar tidurmu!
    Sejarah tetaplah sejarah
    Jasmerah sayang ku!

    Remember

    Nederland
    Japan
    Indonesia
    Became good friends without forgot the past history

    So,lupakan mantanmu
    Ingat aku belum nikah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantap 👍

      Jasmerah
      Ingat itu
      Mantanmu bukan pahlawan '45

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus