Header Ads Widget

Lelaki Kecil di Panggung Hitam


Berpuluh musim sudah kita telusur
Halaman-halaman ingatan semakin kusut
Aku jalang hilang jalan pulang

Ego berkibar
Ikrar hanya tembikar kehilangan tangan yang merawatnya
Jendela kaca retak di balik kwatek
Suaramu hilang di ujung simpang
Yang tersisa lagu awan kepada mendung
"Ema..ee sa susah"

Pada ikal rambutku yang pernah jadi puisi paling romantis di kelok jalan berbatu
Kini Kebenaran yang kita perdebatkan
Lapuk dihardik ilalang puncak Baja
Gagu kueja pasal-pasal yang memahar malam
Belum sempat kita menerobos Peten Ina
Menghitung puing-puing rupiah yang mengendap di laci
Juga belum sempat kukecup anak panah
Yang menikam Pemda dan dana yang merana dari bibir puisimu

Oh, Lamaholot demikian rinduku padamu 
Membentang jalan menyatu hingga Kedang
Engkau adalah sunyi yang engkau benci dalam puisiku
Namun begitu lihai menari dolo-dolo dalam kepalaku, di atas bantalku, di balik tenun yang dititip ibu untuk kujaga.

Lelaki kecil mendayung kabung
Di tubuhmu segala puja pujiku
Di pulau mana jangkar engkau lingkar?
Di kaki Uyelewun, Ino melipat segala syair
Jika musim telah usai berguguran di kelopak matamu
Di batu itu kupastikan tak ada omong kosong dalam puisi ini

Meski jauh harap kudekap
Arus Gonsalo tak lagi ramai bertengkar di tepi perahu merayakan kedatanganmu
Doa Ema layu satu-satu di kapela yang semakin jauh 
Engkau mengembara dalam jiwa yang padam
Memendam lukamu dalam-dalam
Mungkin kesalahan ini telah kubuang padamu

Adakah Kelewang ayah bertarung di simpang subuh?
Dan cinta Ema dalam semangkuk rumpu rampe membuat mu terus tegar 
Melintas tangis dan pedih

Hari-hari ketika aku mengingatmu sebagai Lembata 
Kudapati kepergian adalah caramu merestui aku menulis tentangmu.

 Bale

kapan ko bale?
Desember ni.

Eh, Ema bapa ee
Kita ingat sekali
Dengar kabar Ju kita hati berdebar

Kom natal di mana?
Bale ka!

Ege Mio eee
Susah le di sini

Laut Deng gunung Pele
Kita tahan rindu sampe lelah

Kom bae-bae saja di lewo
Jang makan tipu elit politik
Kadang dong manipulasi kita pu budaya
Eh, itu ka 
Kita so omong lain

Jo bale tidak le?

Kupang, 05 Desember 2020


Posting Komentar

2 Komentar