Namaku Makdalena
Tubuhku suara angin yang mengantar tarian ilalang
sekali mengelus daun telinga seribu hasrat berpaut menolak berpaling
sekali digugurkannya anak-anak kancing dengan malu-malu kucing
tertulis sudah dalam baris-baris nafas seokor anjing malang
jemariku menulis di dinding malam
segala yang kelam
terbenam
besama kemaluan sesosok adam
pada dadaku gunung batu tegap menantang
segalah tangan yang candu meraung
tergagap melahap
merayap dan mengendap dalam irama gelap
namaku Magdalena
lihai bersengama
bersama tokoh agama
dan aparat negara
sedang selangkang
memahat amanat undang-undang
sesungguhnya segalah perkara selesai di atas ranjang
bersama setumpuk uang
bersama hampa kutelusuri jejak juang
bergetar dalam bibir seorang orator
orasi klimaks di atas puting
dan nyatalah reformasi memang harus pakai cara kotor
aku tertawa menyaksikan
mata liar yang lihai menelusur setiap inci tubuhku
aku tertawa dan terus tertawa berdesakan
merekam lidah anak manusia yang menjilat rakus daging kaku
namaku Magdalena
dengan segala desah
dengan segalah nanah
masih pantaskah aku menjadi kekasih
langit dan segalah penyakit
tanah dan segalah panah
awan dan kabung yang tersangkut
haruskah kupanggil saja maut
nanah menetes di jalan-jalan sunyi
aroma kamboja melumat bibir
kelamin membuka tabir
dari balik gaun transparan takdir bersembunyi
namaku Magdalena
turunkan saja resleting celana
lalu bersetubuh di balik tirai air
hingga menemui akhir
Kupang, 2020
Terminal Kupang
mengepung segalah malang pada bangku belakang bemo yang kosong
nyanyian aroma jagung bakar dan bangkai korupsi mengalun bersama angin petang
kaki kecil anak kecil orang kecil mencari jejak gelombang
serta harapan yang hilang
Doa Malam
Tuhan, jika berkenan lelapkan dia dalam bola mataku
tetapi jangan dengan negara
aku bisa wafat esok pagi
Selesai
dan seperti biasa kamu akan menggerutu
kapan bercinta?
aku bilang
besok, kalau aku berhenti melibatkan negara di atas ranjang.
tetapi kamu merenggek
dan aku mencintaimu
maka mari kita tuntaskan semuanya
aku telanjang
dan kamu juga telanjang
"kita mesti telanjang dan benar-benar bersih"
kau mengggit telingaku
dengan lagu persetubuhan
lalu kita kalah pada lelah.
Kupang, 2020
ATI D.

0 Komentar