Sebuah Catatan Cacat
Dok.pribadi
Apa kabar aku?
Semoga baik.
Aku tulis ini saat dalam titik yang aku sendiri tidak mengerti.
Rasanya mau menangis tetapi untuk apa.
Ingin sekali marah tapi kepada siapa.
Maunya teriak saja tapi tak punya daya, mulut dan lidah serasa kaku.
Lalu aku memilih diam.
Membiarkan semua energi dalam diri melalangbuana bersama darah.
Diam.
Meski tak bisa dipungkiri diam lebih dalam menikam dari sebilah pisau.
Aku mulai berjalan pulang,
Memungut air mata yang mencuri jalan kemarin-kemarin itu.
Mengumpulkan sisa-sisa senyum yang kutinggalkan di setiap simpang.
Merajut kembali tawa yang putus di batas malam.
Menenun kecewa yang diselipkan di antara benang-benang asmara.
Dan semua, semua yang pernah menjadikan aku menjadi aku ini.
Apa kabar aku?
Semoga baik.
Sebab kadang aku menemuimu dalam rupa seonggok iblis manis.
Kadang serupa batu hantu.
Kadang serupa siluman penuh iman.
Kadang serupa aku.
Dan kadang, semua menjadi kadang-kadang.
Apa kabar aku?
Semoga baik.
Ada yang bertanya, tapi mereka hanya bertanya.
Ada yang menjawab, tapi mereka hanya menjawab.
Ada yang hanya.
Sudahlah tidak perlu mengejar jawab atas tanya "mengapa hanya?".
Sebab hanya hiduplah kau menemukan "hanya"
Apa kabar aku?
Semoga baik.
Orang-orang sedang bertanya
"Mengapa ini ditulis?"
Ia sedang jatuh.
Ia sedang mati dalam hidup.
Ia sedang sekarat dalam harap.
Ia sedang melarat sebagai rakyat.
Ia sedang dilupakan.
Ia sedang dan ia sedang
Tapi tak banyak yang menjawab
"Ia hanya senang menulis saja"
Bahwa kau lebih senang menduga yang pahit-pahit.
Apa kabar aku?
Semoga baik.
Lihat aku masih ada
Memeluk langit dan menjamah tanah
Kepada aku terima kasih
Masih menolak memilih mati tanpa hati
Perahu telah berlayar hingga ke tengah samudera, lihatlah begitu perkasanya kamu, bisa menonton ganas ombak dalam kedalaman kelam yang lebih dekat.
Kepada aku
Nafas hidup diisi gas, seharusnya kau sadar yang menghidupkan akan selalu tak tampak, kau menariknya lalu menghembus serupa sesal, dan merasakan kau benar-benar hidup.
Kepada aku
Kau kuat
Lebih kuat dari apa yang kamu ketahui
Rumah hati yang lapuk, 2020

6 Komentar
Terlalu keren mma
BalasHapusMakasih oo😍
HapusTerus Asa mata pena mu
BalasHapusSiap kaka, terima kasih.
HapusTerus Asa mata pena mu
BalasHapusTerus Asa mata pena mu
BalasHapus