Header Ads Widget

Rahasia Segelas Tuak

  



Rahasia Segelas Tuak

Aku membaca kecemasan dunia dalam putih tatapmu
Bagai ratapan pengantar sebelum bibir beradu dengan kaku pada gelas.  
Kau menyimpan rahasia cinta dunia yang kian memabukan
Bagai kekasihku yang mengintip dari dinding cemas
Melawan ombak yang menampar pulau yang kian jauh

Pada bekas-bekas kecup  merah gincu membunuh putih raga
Ina, kau diperkosa zaman yang tak aman tapi kau nyaman-nyaman saja
Tiada yang lebih memabukan saat kapitalisme beraduh cumbu
Hingga menampar dinding lambung pada kehambaan
Jauh, menghanyutkan sadar hingga ke tepian serakah.

Sudah lama kita tak meneguk putih petuah
Sambil berkisah perihal segelas rindu yang memabukan
Bagaimana ayah dan ibu merawat jiwa raga
Menjaga segelas tuak agar tak tumpah sembarang waktu
Agar  tak ada sesal yang dimuntahkan 

Kupang, 2020


Siri Pinang

Pada bibirmu yang berlumur merah 
budaya dan jati diri bertengkar
Pada sisah ludah yang kau buang
Aku menemukan zaman yang semakin tua
Timggallah di sini
Kita menghitung debu putih kapur
Yang masih menempel pada baju peradaban

Kupang, 2020


Pada Tungku Cinta

Sebab rindu adalah api
Membakar jarak hinga berabu
Asapnya mematahkan tatap
Sebab sekali terbakar kita mampus

Mencintaimu seperti tungku
Teguh berdiri
Dengan keyakinan
Aku api dan kamu bara
Menanak cinta hingga masak

Kupang, 2020



Posting Komentar

11 Komentar